Metode Qiraati: Belajar membaca Al-Quran dengan praktis, cepat, dan sesuai kaidah ilmu tajwid tanpa mengeja.
"Dicetuskan oleh KH. Dachlan Salim Zarkasyi (Semarang, 1970-an) untuk membentuk generasi Qur'ani yang berkualitas."
Membaca huruf, harakat, dan sambungan secara tartil tanpa mengeja (a-ba-ta, bukan alif-ba-ta).
Jenjang sistematis mulai dari Pra-TK hingga jilid Ghorib & Tajwid tanpa bisa "lompat" sebelum lulus.
Berfokus pada ketelitian makhraj dan tajwid sejak dini dengan target "Lancar, Tepat, Cepat, Benar".
Standar ketat bagi pengajar yang wajib lulus Tasih (uji kompetensi) dan memiliki syahadah.
Terbukti meningkatkan kemampuan baca secara signifikan.
Dari anak usia 2,5 tahun hingga dewasa.
Memahami tajwid langsung lewat contoh bacaan.
Membentuk kepercayaan diri saat menghadapi ayat baru.
Kiai Dachlan Salim Zarkasyi mengembangkan metode ini pada tahun 1970-an karena kegelisahan beliau akan ketiadaan metode pengajaran Al-Quran yang memadai pada masa itu. Dimulai dari Semarang, kini Qiraati telah menjadi pilar utama di berbagai TPQ/TPA di seluruh Indonesia, khususnya Jawa Tengah.